You are currently browsing the tag archive for the 'cinta' tag.
Good news :
Baru tau hari ini alamat blognya Pandji Pragiwaksono . Good news, karena dari dulu gw seneng sama dia – tepatnya sejak dia bawain acara KENA DEH (ga bisa dibilang fans juga, krn gw baru ngeh dia punya blog.. heheee). And better news, blog nya aktif banget. Full of content. And he seems quite an honest person. Coba deh baca tulisannya dia yang satu ini. Begitu apa adanya seorang Pandji. Akhir kata, blog nya bakal jadi blog terfavorit gw saat ini, sebelum blognya Raditya Dika yang akhir2 ini isinya lebih banyak promo *procol (protes colongan)* -but it’s his blog anyway.
Oia, Pandji juga pasang affiliate link ex Amazon.com, tapi dalam bentuk page gitu. Hahaaaa..cara yang rapi dan pintar dalam berinternet marketing.. Jadi makin suka.. :p
Bad news :
Gw jadi tidur telat gara2 keterusan baca posting2nya Pandji. heheee..Ga gitu deng, tapi bad newsnya: harus merasakan terpisah jarak dan hilang komunikasi sama yang tersayang untuk beberapa waktu lamanya, yang mana terasa lama yaaa… Kalo terpisah jarak sih mungkin masih bisa diatasi ya.. secara udah biasa juga. Tapi, kalo ga bisa komunikasi sama sekali , duhh aneh skali lah rasanya. Yang biasanya setiap saat selalu ada, sharing, cerita ini itu, tiba2 sekarang BLASH! hilang gitu aja… But I know (and I’m sure) this is for good things, and it isn’t forever and ever. Jadi.. mencoba bersabar aja dan kontrol emosi hati, beberapa minggu lagi kami kan bertemuu… *fully expect in good shape and new better habits to have..heheeeeee…*
Eia, weekend kemarin gw dikasih liat satu website yang “menjual” ppt ini. Coba deh liat.
Despite that it is a human-made poem, intinya bagus. Gimana lo melihat dan menjalani hidup sama orang2 tersayang, sekaligus mengingatkan kita untuk tetap berpijak. Apalagi liatnya sambil dengan ekspresi merenung dan menikmati foto-fotonya plus musiknya yang menentramkan..
What do u think?
thank you for making me smile
thank you for wiping my tears (even you are not here)
thank you for sharing the love, thoughts, story…
thank you for giving me a better time in my life
Love (if that what it’s called) is about feeling. Find someone whom your heart feel comfortable with. Who support and keeps you on the right ways. Whom you can trust, and trust you back. Understand you. Accept you the way you are. Making your life better. Commit and have faith in mind, words, attitude.
That’s it.
wish me luck ^-^
lagi dalem nih kayanya hari ini. hehehe…
Seiring waktu, gua semakin menyadari pentingnya arti sebuah keluarga. Kalo dulu kita di sekolah belajar PMP (ketauan deh angkatan nya.hehe..), pasti diajarin kalo pendidikan pertama yang seorang individu dapatkan tuh dari keluarganya.
Biar obyektif, gua suka melihat kehidupan keluarga nya temen2 gua atau orang2 yang gua kenal. Dari situ gua sadar punya keluarga yang utuh (optional, ga selalu), penuh kasih sayang, dan saling mendukung itu enak banget. Ada masalah atau pertanyaan, lo bisa tanya ke bokap, nyokap, atau saudara elo. Bisa dapet wise advice juga, atau minimal penyemangat lah. Dan selalu ada yang support elo untuk sesuatu yang akan/sedang lo lakukan. Dan pastinya ada yang membimbing atau ngingetin elo untuk selalu ada di jalan yang benar.
Dengan keluarga, ada orang2 yang bisa lo ajak sharing juga. Emang siy bisa juga sama temen, sahabat, dll. Tapi sama saudara sendiri ga perlu jaim atau ada yang ditutupi karena you live in a same family, dari kecil uda saling tau sifat masing2, kelebihan, kekurangan..
Mungkin kalian juga bisa bilang, ada ga enak nya juga. Beda pendapat lah, dikekang lah, ga bebas, ribut sama sodara, harus saling berbagi, dll dll dll… Tapi semuanya itu lebih baik daripada ga punya keluarga sama sekali. Masih lebih bersyukur kan punya hidup yang lebih baik dari anak-anak jalanan? (doesn’t mean anak2 jalanan itu ga punya keluarga, but you know what I mean).
Ini juga yang bikin gua untuk selalu bersyukur gua masih punya keluarga, walaupun ga lengkap dan sempurna. Mungkin ga terlihat secara nyata ya, tapi dalam hati gua bersyukur. Bersyukur sama Tuhan, gua masih beruntung. Masih punya nyokap yang sehat dan punya impian, punya kakak yang perhatian banget. keluarga gua masih punya masa depan. Dengan segala kekurangannya, I love you guys ^-^
Kadang-kadang sempet kepikiran juga sama gua untuk punya keluarga kecil sendiri. Sharing love dengan seseorang, ngedidik anak-anak gua biar jadi manusia yang lebih baik lagi sifat, pemikiran, dan tingkah lakunya, saling berbagi. Punya keluarga yang bisa diandalkan sama anggota2 nya. Ah tapi gua tau gua belum siap. Mental gua rasanya belum cukup. Masih banyak hal-hal lain yang perlu dipersiapkan. Seiring berjalan nya waktu………
Oia,kalo boleh mengutip, gua pernah baca satu postingan di blog nya Adhitya Mulya tentang cara membesarkan anak. Bagi gua sih ngena dan suatu masukan yang bagus banget. Terbukti juga di beberapa keluarga yang pernah g liat (jangan dibaca: observasi. hehe..). Jadi orangtua memang susah.
Banyak juga cerita2 tentang pentingnya punya keluarga. Yang gua inget sekarang adalah cerita di film Charlie and The Chocolate Factory
Di situ Charlie punya keluarga yang solid banget. Biarpun kondisi ekonomi nya di bawah rata2, tapi semuanya menomorsatukan keluarga. Charlie ga akan menukar keluarganya dengan apapun. Apalagi di film itu ada pembanding keluarga dari anak2 yang lain. Opa nya (opa nya bukan tuh?) si Charlie juga seseorang yang family man.
Dongeng banget, tapi gua suka ceritanya. Simple but touching (ciieee..)
Afraid to love? Sometimes I am, simply karena gua takut ditinggalin. Gua selalu berusaha membentengi diri gua, kasih tembok yang tinggi untuk hati ini, agar ga mudah disakiti. Susah bagi gua untuk kasih semua cinta gua 100% ke seseorang, karena di hati kecil gua masih ada rasa takut akan tersakiti (thaellaaahhh…). Gua cuma berusaha melindungi perasaan dan hati gua, jangan sampe gua ngerasa sakit yang amat sangat di kemudian hari.
Trauma keluarga?? mungkin aja.. I am not born from a happy perfect family. Dan gua juga liat pengalaman orang lain (yang lumayan banyak), baik di keluarga nya atau dialamin sendiri. And it leaves not a good memory in my head.
Tapi gua suka teringat sama satu scene di film nya Rachel Maryam – Marcel (apa ya judulnya, yg syuting nya di gedung TransTV.. Untukmu??). Di situ temen deketnya si Rachel (fyi, temennya si Rachel itu waktu itu lagi hamil = MBA) bilang sesuatu yang intinya kurang lebih begini: “kalo lo ga terbang tinggi, lo ga akan ngeliat pemandangan yang indah.” Cuma ya itu, kalo lo terbang terlalu tinggi, sekalinya jatuh akan suakit banget rasanya.
Ah, gua jadi ga tau ngomong apaan nih.. mungkin ada yang bisa kasih saran??
P.S.: Kadang gua juga suka takut gua berpikiran seperti ini: sebelum gua ditinggalin, lebih baik gua ninggalin dulu. Karena gua amat sangat takut disakiti. Damn, jahat banget!


Recent Comments :