You are currently browsing the category archive for the 'family' category.
Eia, weekend kemarin gw dikasih liat satu website yang “menjual” ppt ini. Coba deh liat.
Despite that it is a human-made poem, intinya bagus. Gimana lo melihat dan menjalani hidup sama orang2 tersayang, sekaligus mengingatkan kita untuk tetap berpijak. Apalagi liatnya sambil dengan ekspresi merenung dan menikmati foto-fotonya plus musiknya yang menentramkan..
What do u think?
Beberapa minggu terakhir ini gw sering nonton film, salah duanya adalah MARTIAN CHILD sama SEX & THE CITY (THE MOVIE).
*terima kasih kepada kakak yang sering “menghibahkan” film2nya..hehee..*
MARTIAN CHILD
Seorang duda yang mengadopsi satu anak laki-laki. Anak laki-laki ini sebenernya jenius, cuma mungkin karena trauma masa kecil jadinya ya rada-rada aneh.
Gw takjub waktu anak laki-laki itu ngomong atau bertindak yang ga biasa, si duda ini bisa banget nanggepinnya, dengan cara yang unik dan penuh kasih sayang. Tapi tetep apa adanya. Fantastis!
Dan gw belajar kita ga mungkin jadiin orang lain (atau anak kita sendiri) seperti apa yang kita mau. Dan kenapa juga harus begitu?? Biarkanlah mereka jadi apa yang mereka mau dan apa yang mereka pikir, yang penting tetep di jalan yang bener dan ga ngerugiin.
Semoga aja ntar gw kalo jadi orangtua bisa gitu ya..
Satu hal lagi, keluarga itu PENTING banget (ya, again! mereka itu penting). Terlepas dari konflik2 yang ada, coba deh liat foto keluarga besar, yang semua anggotanya pada ceria. Seneng kan liatnya?? *curcol..hehe..*
Oia, film ini kalo dipikir2 agak mirip sama inti ceritanya ABOUT A BOY, film lama nya Hugh Grant. Gw rada2 lupa jalan ceritanya, tapi yang pasti top movie juga menurut gw.
SEX & THE CITY
kalo kata seseorang, ini film (atau serial nya) cewe banget!hehe…
bercerita tentang 4 orang wanita paruh baya yang ga bisa dibilang muda lagi, tapi tetep gaya dan aktif. OK lah pokonya.. what a girl power!! eh lady power deng!
Waktu nonton film ini, gw pikir jadi orang tuh harus bisa tegas, sekali bilang NO ya NO. Tapi ternyata semua orang berhak untuk dpt kesempatan kedua ya..apalagi kalo itu emang bikin diri lo sendiri juga lebih happy, kenapa ga?
Hal lain yang gw dapet dari film ini, sahabat itu juga PENTING banget! Jadi kalo lo udah punya temen deket yang bener2 tau elo banget, dijaga bae2 deh..jangan sampe nyesel.. (kecuali kalo dia nusuk dari belakang..lupain aja!hehe..)
Gw jadi inget email yang pernah gw dapet dari temen deket gw, tentang sahabat wanita:
Pada suatu hari, seorang wanita muda yang baru saja menikah mengunjungi ibunya, Mereka duduk di sebuah sofa dan menikmati segelas air the dingin. Ketika mereka sedang erbincang-bincang mengenai kehidupan,pernikahan,tanggung jawab dalam hidup serta kewajiban, sang ibu dengan perlahan menaruh sebongkah es batu ke dalam gelasnya dan menatap wajah anak perempuannya.
“Jangan lupakan sahabat-sahabat wanitamu.” nasihatnya, sambil mengaduk-ngaduk daun teh di bawah gelasnya.
“Mereka akan menjadi orang yang penting bagimu ketika usiamu makin tua. Tidak peduli seberapa dalam kau mencintai suamimu, seberapa banyak anak-anak yang kau miliki, kau masih tetap harus memiliki sahabat wanita.
Ingatlah untuk berjalan-jalan bersama mereka, melakukan hal bersama- sama dengan mereka. Dan ingat bahwa mereka bukan hanya sekedar sahabat
wanitamu, tetapi mereka akan menjadi saudara, anak dan yang lainnya. Kau akan membutuhkan sosok wanita yang lain. Wanita selalu begitu.”
“Sungguh nasihat yang aneh,” pikir si wanita muda. “Bukankah aku baru saja menikah? Bukankah aku baru saja bergabung dalam dunia pasangan-pasangan muda?
Sekarang saya adalah seorang istri, orang dewasa,bukan anak perempuan kecil yang memerlukan teman main perempuan lainnya! Tentu saja keluarga yang akan kami bina dapat membuat hidup saya lebih berarti.”
Tetapi, ia mendengarkan nasihat ibunya; ia terus berhubungan dengan sahabat-sahabat wanitanya dan bertemu dengan semakin banyak sahabat setiap tahun.
Ketika tahun demi tahun berlalu, ia mulai merasakan betapa benar nasihat yang diberikan ibunya. Ketika waktu dan keadaan mengubah keberadaan mereka sebagai wanita dengan segala misterinya, sahabat-sahabat wanitanya tetap berada dalam kehidupannya.
Setelah hidup selama 50 tahun dalam dunia ini, inilah fakta-fakta yang saya dapatkan dari memiliki sahabat wanita yang sejati:
Sahabat wanita akan menjaga rahasiamu.
Sahabat wanita akan memberikan nasihat ketika kau membutuhkannya.
Sahabat wanita tidak selalu mengatakan apa yang kau lakukan benar, tetapi mereka bersikap jujur.
Sahabat wanita akan terus mengasihimu, meskipun ada perbedaan pendapat.
Sahabat wanita akan tertawa bersama-sama denganmu, dan lelucon kosong sama sekali tidak diperlukan hanya untuk sebuah tawa.
Sahabat wanita akan menolongmu keluar dari hubungan-hubungan yang buruk.
Sahabat wanita menolongmu mencarikan rumah tinggal yang baru, membantu mengepak barang dan pindah.
Sahabat wanita akan membantu membuat sebuah pesta untuk anak-anakmu ketika mereka menikah atau memiliki anak, manapun yang lebih dulu terjadi.
Sahabat wanita akan selalu berada di sampingmu, dalam suka maupun duka.
Sahabat wanita akan menempuh badai, topan, panas, dan kegelapan untuk mengeluarkan kau dari keputusasaan.
Sahabat wanita akan mendengarkan ketika kau kehilangan pekerjaan atau seorang kawan.
Sahabat wanita akan mendengarkan ketika anak-anakmu mengecewekanmu.
Sahabat wanita akan menangis bersamamu ketika orang yang dikasihimu meninggal.
Sahabat wanita menghiburmu ketika kau dikecewakan oleh banyak pria di dalam kehidupanmu.
Sahabat wanita membantumu untuk bangkit kembali ketika pria kau cintai pergi meninggalkanmu.
Sahabat wanita senang ketika mereka melihatmu bahagia, dan bersedia mencari dan melemparkan apa yang tidak membuatmu bahagia.
Waktu berlalu… Kehidupan berjalan.. Jarak memisahkan… Anak-anak beranjak dewasa..
Cinta hilang dan pergi.. Hati yang hancur.. Karir berakhir.. Pekerjaan berganti..
Orang tua meninggal.. Rekan- rekan melupakan kebaikan..
TETAPI, sahabat-sahabat wanita akan terus mendampingimu, meskipun waktu dan jarak yang terpaut sangat jauh. Sahabat wanita tidak akan lebih jauh dari orang-orang yang membutuhkan.
** Gw ga tau siapa yang nulis cerita di atas, tapi bagi gw bagus banget. Mohon maaf main dicopy tanpa ijin, semoga gpp ceritanya dishare ^-^ **
I miss a family
I miss a Dad
I miss being a kid
I miss the guidance
I miss the affection
I miss being loved
I miss a home
I miss a forgiveness
I miss an honesty
I miss the unconditional love
And I miss you all
lagi dalem nih kayanya hari ini. hehehe…
Seiring waktu, gua semakin menyadari pentingnya arti sebuah keluarga. Kalo dulu kita di sekolah belajar PMP (ketauan deh angkatan nya.hehe..), pasti diajarin kalo pendidikan pertama yang seorang individu dapatkan tuh dari keluarganya.
Biar obyektif, gua suka melihat kehidupan keluarga nya temen2 gua atau orang2 yang gua kenal. Dari situ gua sadar punya keluarga yang utuh (optional, ga selalu), penuh kasih sayang, dan saling mendukung itu enak banget. Ada masalah atau pertanyaan, lo bisa tanya ke bokap, nyokap, atau saudara elo. Bisa dapet wise advice juga, atau minimal penyemangat lah. Dan selalu ada yang support elo untuk sesuatu yang akan/sedang lo lakukan. Dan pastinya ada yang membimbing atau ngingetin elo untuk selalu ada di jalan yang benar.
Dengan keluarga, ada orang2 yang bisa lo ajak sharing juga. Emang siy bisa juga sama temen, sahabat, dll. Tapi sama saudara sendiri ga perlu jaim atau ada yang ditutupi karena you live in a same family, dari kecil uda saling tau sifat masing2, kelebihan, kekurangan..
Mungkin kalian juga bisa bilang, ada ga enak nya juga. Beda pendapat lah, dikekang lah, ga bebas, ribut sama sodara, harus saling berbagi, dll dll dll… Tapi semuanya itu lebih baik daripada ga punya keluarga sama sekali. Masih lebih bersyukur kan punya hidup yang lebih baik dari anak-anak jalanan? (doesn’t mean anak2 jalanan itu ga punya keluarga, but you know what I mean).
Ini juga yang bikin gua untuk selalu bersyukur gua masih punya keluarga, walaupun ga lengkap dan sempurna. Mungkin ga terlihat secara nyata ya, tapi dalam hati gua bersyukur. Bersyukur sama Tuhan, gua masih beruntung. Masih punya nyokap yang sehat dan punya impian, punya kakak yang perhatian banget. keluarga gua masih punya masa depan. Dengan segala kekurangannya, I love you guys ^-^
Kadang-kadang sempet kepikiran juga sama gua untuk punya keluarga kecil sendiri. Sharing love dengan seseorang, ngedidik anak-anak gua biar jadi manusia yang lebih baik lagi sifat, pemikiran, dan tingkah lakunya, saling berbagi. Punya keluarga yang bisa diandalkan sama anggota2 nya. Ah tapi gua tau gua belum siap. Mental gua rasanya belum cukup. Masih banyak hal-hal lain yang perlu dipersiapkan. Seiring berjalan nya waktu………
Oia,kalo boleh mengutip, gua pernah baca satu postingan di blog nya Adhitya Mulya tentang cara membesarkan anak. Bagi gua sih ngena dan suatu masukan yang bagus banget. Terbukti juga di beberapa keluarga yang pernah g liat (jangan dibaca: observasi. hehe..). Jadi orangtua memang susah.
Banyak juga cerita2 tentang pentingnya punya keluarga. Yang gua inget sekarang adalah cerita di film Charlie and The Chocolate Factory
Di situ Charlie punya keluarga yang solid banget. Biarpun kondisi ekonomi nya di bawah rata2, tapi semuanya menomorsatukan keluarga. Charlie ga akan menukar keluarganya dengan apapun. Apalagi di film itu ada pembanding keluarga dari anak2 yang lain. Opa nya (opa nya bukan tuh?) si Charlie juga seseorang yang family man.
Dongeng banget, tapi gua suka ceritanya. Simple but touching (ciieee..)


Recent Comments :